Dinas Sosial Provinsi Sulteng Gelar Bimtek Enumerator Program In-Depth Interview Masyarakat Miskin dan Tidak Mampu melalui Aplikasi BERANI BERSINAR di Palu dan Donggala untuk Perkuat Akurasi Data Kemiskinan

Palu (9/8) – Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembekalan Enumerator Kegiatan In-Depth Interview (IDI) Masyarakat Miskin dan Tidak Mampu Tahun 2026 secara serentak untuk enumerator Kota Palu dan Kabupaten Donggala. Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu, 8 hingga Minggu, 9 Agustus 2026.

Bimtek diselenggarakan dalam dua kelas yang berjalan bersamaan. Kelas Kota Palu dilaksanakan di Aula Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah dan diikuti 23 enumerator, sementara Kelas Kabupaten Donggala bertempat di Hotel Gajah Mada, Kota Palu, dan diikuti 48 enumerator. Secara keseluruhan, sebanyak 71 enumerator mengikuti pembekalan sebelum menjalankan tugas pendataan di lapangan.

Kegiatan ini merupakan pembekalan bagi para enumerator sebelum melaksanakan pendataan melalui metode In-Depth Interview (IDI), guna memperoleh data kualitatif yang lebih mendalam mengenai kondisi masyarakat miskin dan tidak mampu, sebagai bagian dari penguatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Bimtek dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah Drs. Rifki Anata Mustaqim, M.Si., Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah Kiki Rezqi Ramdaniasari, S.STP., M.M., Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili Annisa Nur Kusuma, S.ST. dan Sandy Aji Mukarromsyah, S.ST., Tim Ahli, serta Tim Pengembang Aplikasi (Tim IT).

Kegiatan ini dilaksanakan karena penanganan kemiskinan memerlukan data yang akurat, valid, dan menggambarkan kondisi riil masyarakat. Pendataan melalui In-Depth Interview diharapkan mampu menggali penyebab kemiskinan, tingkat kerentanan sosial, strategi bertahan hidup masyarakat, serta berbagai faktor yang menjadi dasar penyusunan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan yang lebih tepat sasaran.

Dalam arahannya, Kepala Dinas Sosial menegaskan bahwa:

“Keberhasilan pendataan sangat bergantung pada integritas dan profesionalisme enumerator di lapangan. Setiap enumerator diminta bekerja secara objektif, menjaga etika, menghormati responden, serta menjaga kerahasiaan data sesuai ketentuan yang berlaku.”

Melalui Bimtek ini, para peserta dibekali sejumlah materi. Kepala Dinas Sosial menyampaikan materi kebijakan penanganan kemiskinan; Sekretaris Dinas Sosial memaparkan pengelolaan DTSEN dan Program In-Depth Interview; Tim Ahli menyampaikan definisi operasional instrumen wawancara serta teknik wawancara; BPS Provinsi Sulawesi Tengah membawakan materi strategi pendataan dan wawancara kepada responden; sementara Tim IT memperkenalkan aplikasi BERANI BERSINAR yang digunakan dalam pelaksanaan program In-Depth Interview. Setelah pembekalan, para enumerator akan melaksanakan wawancara langsung kepada keluarga sasaran sesuai wilayah penugasan yang telah ditetapkan.

Setelah berlangsung selama dua hari, rangkaian Bimtek Enumerator IDI untuk Kota Palu dan Kabupaten Donggala resmi ditutup oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah pada Minggu (9/8) pukul 15.00 WITA. Dalam penutupan tersebut, Kepala Dinas berharap seluruh enumerator dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sehingga menghasilkan data berkualitas sebagai landasan penyusunan kebijakan perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan di Provinsi Sulawesi Tengah.

“Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh enumerator untuk bekerja dengan jujur, profesional, dan penuh dedikasi demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah,” tegas Kepala Dinas Sosial.

Related Images:

Recommended Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *